Postingan

Resep roti lapis (sandwich recipe)

  Bagian kali ini aku mau sampaikan tentang hobi baruku, memasak. Untuk seorang perempuan mungkin memasak bukan sekedar hobi, tapi juga jadi pelajaran wajib bahkan sudah dikenalkan dari mainan yang selalu diberikan setiap kali anak perempuan ulang tahun, mainan masak-masakan. Aku juga suka sih main masak-masakan sampai sekarang, enggak sukanya bagian setiap kali masakannya keasinan aja sih. Resep kali ini aku bakalan sharing “how to make an easy sandwich?” Bahan dan cara membuat :   1.       Roti Kita bakalan mulai dari roti, sebenarnya aku suka banget roti tawar ataupun roti dengan isian dan topping di atasnya. Jenis roti apapun aku suka, roti tawar yang sejak kecil sudah aku kenal dan biasa kita konsumsi serta sering diandalkan setiap kali butuh sesuatu yang praktis, tapi tetap mau enak walaupun tidak semua orang akan selalu puas dengan hanya makan roti, tapi ini jenis roti paling mudah aku dapatkan , sama seperti yang orang rasakan. Roti ...

Merci Beaucoup 2025

Hari ke-365.. Sampai di halaman terakhir buku tahun ini, aku ingin menceritakan banyak hal yang tidak cukup jika kusampaikan di caption. First of all, thank you 2025. Tahun ini jadi tahun pertama kalinya aku mengenal arti tenang. Jadi tahun tersunyi disemua ruang bahkan fikiranku sendiri. Aku melewati tahun ini bersamamu tanpa banyak tersandung, menuntunku perlahan tanpa melihat mereka yang berlari jauh lebih cepat dariku di depan. Aku melambatkan hembusan setiap nafas, merasakan perlahan kedipan mataku dan memperpanjang waktu untuk duduk terdiam. Pertama kalinya aku memfungsikan telinganku sedikit lebih baik, menyediakannya untuk mendengar suara anak kecil yang hidup di dalam diriku, suaranya sengaja mengecil karena kalah dari egoku. Aku banyak mengambil sudut di banyak ruang, memesan segelas minuman. Duduk, menulis apapun yang ingin aku ceritakan, atau sekedar menandai kalimat terbaik di halaman buku favoritku. Ternyata bertanya harga sekilo ikan itu hal yang juga menye...

Because this is my first life (just for me)

Dunia ini kembali menyambutku diseperempat awal kehidupan. Menamai banyak cinta dengan pola sederhana namun cukup hangat. Aku menamai banyak kisah dari setiap perjalanan usia yang mulai berkurang. Hampir semua jenis doa permohonan dan penyesalan, rasanya sudah cukup banyak dilantunkan. Kadang aku merasa malu dengan doa memohon yang lebih banyak terucap dari pada ucapan maaf dan menyesal terhadap Tuhanku. Aku mencukupkan semuanya dengan lafaz, Rabbish rahli sadri, wa yassirli amri, wahlul 'uqdatam millisani, yafqahu qouli. Surat ini terlewat lama sejak akhirnya aku berpisah dengan 25 tahun awal kehidupanku. Menanyakan kembali pertanyaan saat bertemu quarter life crisis sendirian. Ku kira itu berakhir di seperempat usiaku, ternyata aku baru saja memulai membuka semua itu. Aku sadar bahwa tidak ada seorangpun akan menjamin dirinya selalu berada di dekatku. Kalimat itu seakan tertanam hingga saat ini, sadar bahwa hanya aku yang harus melaluinya. Sendiri! Mengingat banyak hal yang...

Perpisahan Sederhana

Notifikasi masuk dipenghujung hari biasanya, Kana bersiap merubah dirinya menjadi versi lain mala mini. Menyudut sepi sendiri ditemani earphone nya, sinar lampu kamarnya ikut menemani ruang sempit beralas kayu jati itu dengan terang. Membiarkan cahaya itu tetap bersamanya sebelum lewat tengah malam. Kana melihat notifikasi podcast yang ia dapatkan dari Panca. Kana sedang belajar untuk duduk, duduk tenang mendengarkan apapun yang terlintas di telinganya. Bincang podcast kali ini sedikit menguras logikanya, ia mendengarkannya sembari membuka lemari 4 tingkat miliknya yang sudah rusak engselnya. Memulai semua perpisahan dari tingkat paling atas. Kana membongkar lemari itu beserta cerita mereka pada setiap helai bajunya. Kaki mungil itu terlihat sedikit menjinjit meraih helai kaos paling bawah untuk menarik semua pakaiannya. Kana masih memutar podcast itu sambil mengiyakan perkataan sang audio seakan tubuh dan fikirannya dikendalikan oleh sebuah audio. Suara itu memaksa Kana meruba...

Biru

  (Chapter 1...) Pada suatu pagi yang cerah, di balik selimut tipis itu kaki mungil Dawa perlahan keluar menghangat bersama terbitnya matahari. “Dawa, kamu sudah siap untuk bangun ?” panggil sosok perempuan paruh baya. (sambal menguap) “Huaaaa.. ini sudah pagi ya, Umma ?” sahut pelan Dawa sambil mengusap matanya. Umma yang sedari tadi menunggunya untuk bangun, menyambut Dawa dengan lembut sambil mengecup pelan kening sang anak. “Umma sudah masakkan telur kesukaanmu.” sambil tersenyum melihat Dawa Bergegas dengan langkah kecil sambil terus menguap, Dawa membasuh muka lalu Bersiap menyantap sarapannya. “Pelan-pelan makannya sayang.” “Masakkan Umma palingggg eennaaakkkk.” teriak Dawa memuji masakan Umma. Pagi itu, sehangat sinar matahari pagi. Ruang makan kecil itu ikut terasa hangat dengan tawa dan celoteh Dawa yang terus bercerita banyak hal kepada Umma. Namun, tak berselang lama. Langit diluar tampak gelap. Awan menghitam bersama dengan datangnya angin kencang yang...

Bubur Ayam untuk Kana

   Lama tak berSUA. Tanya Kana pada sosok kecilnya yang dulu sering ia ajak bercerita lewat goresan buku yang kini sudah berganti di lembaran kertas yang sudah tak usang lagi. Aromanya masih sama, teksturnya tetap kasar setiap halamannya. Tapi, kali ini setiap nada dan goresannya sudah lebih lembut menyentuh pena tanpa ada tangisan, entah besok.    Kamis milik Kana jauh lebih penuh dari hari biasanya. Ia sedang merasa termotivasi setelah mendengar kabar tentang idolanya, jangan tanya siapa karena itu hanya rahasia yang sia sia. Hebatnya, Kana mulai senang dengan hal yang sia sia. Ia mulai lebih sering melihat dan mengitung berapa lama durasi waktunya untuk mandi, memutuskan mencuci pagi atau malam baju bajunya, memilih skincare step ia lakukan dirumah atau di kantor. Seniat itu motivasi sang idola untuk hidupnya sekarang.    Tapi kali ini bukan hanya prestasi dengan waktu, Kama mencoba memberanikan dirinya untuk mengaduk seporsi bubur ayam full topping meng...

Malam Lampau Terakhir

Kumandang takbir bersahut menyapa langit dihiasi kerlip cahaya-Nya yang menandakan kepergian bulan penuh ampunan dan kehadiran bulan kemuliaan-Nya yang paling nyata. Dari lorong paling dalam dan curam itu, kaki mungil Yara menapak perlahan masuk ke dalamnya. Ia yakin kaca mungil itu ada di sana. Tangan halus itu meraih panjang benda kesayangannya, sambil tertusuk dingin dari rintik gerimis malam itu. Yara tak ingin kehilangan kaca kecil kesayangannya, ia terus memanjangkan setiap ujung jarinya hingga bisa meraih kaca itu, namun serpihan kaca itu sudah cukup banyak retakan, Yara terdiam dan merasa hadiah itu tidak sengaja ia rusak. Kaca mungil itu punya banyak cerita hingga ia bisa memilikinya. Sosok wanita paruh baya yang ia temui di toko kain tahun lalu memberikan kaca itu kepadanya. Yara berjanji akan menyimpannya dengan baik  Tetapi itu terlalu rapuh untuk sebuah kaca, layaknya alasan wanita paruh baya itu memberikannya. Ia tau, Yara juga terlihat rapuh dan mudah pecah dari raut...

Sibuk banget Dunia

Sendal jepit dengan lis biru muda menemani langkah mungil kana untuk terus menapakkan pikirannya yang terus menggenggam kuat di benaknya. Ia hanya mengenakan sendal jepit itu di sudut ruang paling kecil dari panggung sandiwara hidupnya, mengenakannya hari demi hari tanpa ada tanda untuk menggantikannya dengan harapan lain. Tapak sendal itu pun sudah mulai licin, tak jarang lebih sering membuat kana terjatuh di dasar paling curam. Namun, ia sudah lebih sering berada di tempat paling jatuh sejatuhnya dasar. Ia lebih suka tempat itu, tempat yang pastinya membuatnya lebih damai dan memastikan tidak akan lebih banyak titipan di masa depan. Pagi itu angin sedikit berhembus lebih kencang dari biasanya, namun sinar mentari itu tetap ingin menyapa kana dengan hangat untuk memastikan kana baik dan bahagia. Tapi, kamus hidupnya belum sampai di kata bahagia, selesai sampai di angan. Kana melewati pintu kayu bergagang besi tua yang sudah berkarat, ia memulai untuk menyapa pedagang yang ia selal...

Break fast Tea

  Suara pijakan kaki itu membunyikan lantai kayu usang di rumah itu, membawa Na bi kembali dari mimpi kelabu nya. Na bi menarik sedikit kain tipis itu hingga menutup lengannya yang mulai dingin. Na bi tau ia selalu terbangun dengan suara lantai kayu itu, tapi suara itu alarm yang ia takuti. Berdecit ringan namun terasa sakit ia dengar hingga ke telinga. Mencoba menyadarkan diri perlahan, meskipun kelopak matanya terukir lebih menua dari jiwanya saat ini. Itu bukan tentang kelopak mata ataupun telinganya. Na bi mencoba menggunakan inderanya dengan baik, bahkan di titik paling tidak baik. Bukan dari raganya yang ingin terkuak, namun suara langkah kaki itu jauh lebih menakutkan dari sekedar melihat jump scare film “Quiet Place”, memaksa mereka diam walaupun ingin berteriak. Itu film kesukaan Na bi, film yang membuat Na bi akhirnya sadar jika tidak semua teriakan di izinkan bersuara. Na bi mengambil jeda terlampau banyak, me mubazirkan waktu lebih dari batas kemampuannya menunggu m...

You need to calm down pt.1

Konser film pertama yang saya tonton akhir tahun 2023, Eras Tour by Taylor Swift. dengan durasi 3 jam lebih, Taylor Swift menyihir penonton untuk fokus dengan warmfully message to her fans. Sebagai salah satu artis dunia dan salah satu penerima terbanyak penghargaan dengan kategori best female artist, she is really beyond her limit. Hampir semua lirik lagunya memvalidasi banyak perasaan perempuan tentang kehidupan. Salah satu lagu Taylor Swift yang sempat saya dengarkan dan masuk jadi playlist YouTube yaitu summer cruel. Salah satu bagian lirik terbaik yang mengatakan bahwa Taylor Swift memvalidasi perasaan perempuan " Said I am fine but it wasn't true". Seperti ingin mengatakan bahwa perempuan memang ingin selalu ditebak walaupun ia bilang enggak apa apa. She is entertaining, she knows musical impact it not just about music industry. But it also how to connected to fans, telling the truth life and also being their self.  Lirik yang ada disetiap lagu Taylor Swift seperti ...

Aku Ingin Ditanya Ini Saat Lebaran

  Kalau hidup ini bisa kayak microsoft word yg bisa (CTRL + Z) buat ngedit omongan orang. Pingin banget request editin pertanyaan orang-orang saat lebaran biar jadi kalimat-kalimat kayak gini.. Gimana kabarnya setahun ini ? ada yang berat ngk ? Mau makan apa ? Ada lontong, opor, rendang ni Suka makan kue lapis ngk ? Atau mau di ambilkan minuman manisnya ? Lebaran tahun ini seneng ngk ? Duduk sini dulu, belum cerita nih kita ? Kerjaan di kantor gimana ? Ada yg ngeselin gk orangnya ? Dosen di kampus ada yang nyusahin ngk ? Tarik napas dulu, baru lanjut lagi Puasa nya berat ngk tahun ini ? Ada yang jahatin kamu kh ? Kayaknya lagi murung. Udah istirahat belum ? Sini gua dengerin cerita lo Lagi banyak pikiran ya ? healing dulu kali ya kita Ada cerita apa nih setahun kemaren ? Seneng banget keliatannya? Udah banyak sukses ya kayaknya Mau di doain apa nih lebaran ini ? Gimana rasanya ngerantau? Pasti jadi lebih hebat buat belajar mandiri ya Udah lulus ya ? ...

Tidak Semua Aku Dirayakan

  Lantunan suara riuh terdengar menembus ruang semu dengan redupnya cahaya dari sudut kamar Kana. Mengalunkan nada seirama, seakan ikut terucap kerinduan akan suasana yang kini mengiring Kana menapakkan dirinya tepat di dahan pohon paling rapuh yang terlihat tidak cukup kuat menandingi hembusan lirih angin malam itu. Ia tau ini bukan yang pertama, namun ini juga bukan yang kesekian kali ia berpaling diri merenggangkan ikatan batin sejak momen itu dikisahkan pada bulan pertama kembalinya fitrah manusia baik. Mungkin ini hanya kekhawatiran Kana, mungkin juga Kana hanya sedang lebih banyak tertidur untuk melanjutkan kisah di mimpinya yang jauh lebih nyata dibandingkan saat ia harus bangun dan keluar menyapa senyum hangat yang tidak lagi terasa dekat baginya. Kana memulai kembali melukis langit setiap malamnya dengan sekumpulan gelisah dan khawatirnya ditemani gemerlap bintang dan lengkungan indah bulan sabit pada pertengahan musim itu seakan mengajak Kana ikut melengkungkan senyum...

Lili Putih

Pada suatu hari, jauh di dalam hutan rimbun Hiduplah seorang gadis kecil berambut pirang yang senantiasa ia kepang dengan pita merahnya. Anak gadis itu tinggal sendiri di sebuah gubuk jerami diantara hamparan ladang bunga lili, ia bernama Na Bi. Na Bi anak yang senang menyendiri, ia jarang terlihat tersenyum. Ia selalu duduk di kamar sambil melamun menatap langit yang tampak terik. Setiap hari Na Bi mengejar kupu-kupu yang selalu membangunkan paginya dengan menghinggapi hidung mungilnya yang membuat Na Bi selalu bersin-bersin setiap kali bangun tidur. Na Bi punya seorang teman, ia seekor kelinci bernama Deema. Seekor kelinci putih dengan kalung lonceng di lehernya yang selalu berbunyi setiap kali ia berlari-larian di kebun bunga lili. Deema tak pernah melihat Na Bi tersenyum, sekalipun setiap kali mengejar kupu-kupu yang rasanya mungkin membuat orang lain bahagia, tapi tidak bagi Na Bi. Ingin sekali rasanya Deema melihat majikannya tersenyum, lalu ia teringat bahwa sebe...

Barbie Land

Sebagai salah satu mantan anak perempuan yang dulu suka bermain Barbie, walaupun lebih excited dapet mobil remot dari hadiah sepatu. Well, sebenarnya cukup kaget dengan kehadiran film Barbie yang memerah mudakan seisi bioskop dunia. Sempat beberapa kali hampir tayang, sepertinya film Barbie memang telah dipersiapkan mateng banget, bahkan sampai harus 3 kali ganti rumah produksi, dan diakhiri oleh kemasan Warner Bros (2018). Panjang banget sih perjalanan Barbie untuk sampai di bioskop. Kalau ada yang belum nonton dan punya ekspektasi tinggi akan scene romantis, dramatis atau komedi. Kayaknya harus mengubur harapan itu deh.. hehe Trailer Film Barbie sebenarnya dikemas rapi sampai nanti pada akhirnya penonton sadar kalau ini bukan film yang dibuat untuk melihat dunia Barbie dengan segala pernak pernik serta "Barbie dream house" yang dulunya mungkin beberapa dari kita memiliki aset Barbie yang lengkap dari pakaian, mobil, alat dapur hingga rumah mainan Barbie yang serba pink dan ...

Rasa Kisah

Pertengahan musim panas ini, Kana memulai kembali banyak kisahnya dari sekian jejak waktu menghantui langkah kecil itu. Membantu setiap rasa untuk kembali pada setiap peristiwa berharga baginya. Menyambut setiap nama bulan yang ia lalui dengan mimpi usang yang mulai berdebu sejak 3 tahun lalu.  Mungkin berulang kali sempat ingin melanjutkan goresan setiap rasa kisah Kana dari setiap sosok yang dipertemukan hanya dari ketidaksengajaan. Akhirnya Kana selesai dengan buku harian pemberian sosok indah di hidupnya, tidak pernah menjadi spesial namun ia cukup tangguh menyakinkan Kana untuk terus berusaha bernafas hingga hari ini. Buku dengan cover warna abu abu kusam itu sudah lama menemani Kana hingga halaman terakhir ceritanya.  Ia tau, suatu saat buku tidak akan lagi menemani tidurnya setiap malam, karena untuk tetap berkisah Kana akan berteman dengan lebih banyak lembaran hidup. Perpisahan dengan buku usang itu membuatnya percaya, banyak kisahnya hanya tertinggal di buku itu, tap...

Re-Konsepsi Gender Mainstreaming dalam Upaya Pencapaian Human Security

Sebuah konsep keamanan hidup manusia melalui gagasan-gagasan pembangunan dan keamaanan yang berlaku di lingkungan tersebut. Menurut Rifqi Amin (2015 )Human security adalah sebuah paradigma baru yang dibangun untuk menjamin keamanan yang tidak hanya dalam sekup wilayah tertentu atau negara tapi hingga pada setiap level individu manusia. Artinya, paradigma Human Security berfokus untuk menjamin hak-hak individu serta menjunjung nilai perdamaian. Sehingga bisa tercipta kemanan global. Konsep tersbeut juga menekankan pada proses secara cerdas dan damai dalam menyelesaikan “kesenjangan” yang berpotesi merusak keamanan. merupakan konsep yang fokus terhadap masalah kesejahteraan individu dan keselamatan. Membahas tentang Human security tidak lepas dari keterkaitannya dengan gender sebagai tujuan dasar peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia). Diikuti dengan pembagian-pembagian dari human security yang terbagi atas ekonomi, pangan, kesehatan, lingkungan, pribadi, kelompok dan poitik. Asp...

Titik Jeda Berakhir

Malam sedang menghantar kan hujan untuk menemani sisa mimpi yang tertinggal dari runtuhan perjuangan. Kana tau ini akan segera berakhir. Laju motor ia percepat melalui setiap sudut cahaya lampu redup di lorong jalan sepi dengan hembus angin sejuk hari itu. Waktu menunjukkan hampir tengah malam, persimpangan henti itu hanya tampak sedikit mata yg masih fokus memandang hitungan mundur lampu merah yang terus bergerak. Mata Kana memandang jauh ujung jalan yang masih harus di lalu separuh perjalanan pulangnya. Hingga tarikan suara motor itu mulai memelan menuju teras rumah yang telah basah di guyur hujan rintik. Memutar kunci paling pelan agar tidur ayah dan ibu nya tak terusik kepulangan anaknya. Pintu kamar menjadi kebisingan berikutnya yang harus Kana redam guna tak membuat lelap ayah dan ibunya terganggu. Menutup nya kembali dengan perlahan, sambil mencoba mengisi kembali kehidupan kamar gelap dan sunyi yang ia tinggalkan sejak petang hari.  Jaket itu masih saja menusuk bekas dingin...

Melati [lembar baru]

Sukma dan lara ini membuka jiwa yang dipenuhi oleh rasa untuk coba di ulang. Memutar titik yang sama dengan garis takdir yang berbeda. Ilusi mimpi yang bangkit dari tidur panjangnya, membawa beserta luka yang memaksa kembali tergores dari rasa bahagia yang terkunci oleh harapan tentang mu.  Halaman itu sudah lama ku ganti, memindahkan lembar usang ke lembar putih tanpa tau luka mana lagi yang akan sengaja memggoresnya. Ada banyak bait suara hati dari diri tentang cara menerima kembali hadirnya Khalifah Tuhan.  Semua seakan menjadi teka teki yang pada akhirnya aku mengaku kalah untuk menerka doa siapa yang menghantar kan mu di lembar baru ku.  Jauh dari sekedar sapa, semesta lebih dulu mengenalkan mu dari detik sepersekian atas doa pada setiap sujud hamba-Nya. Langit tampaknya ingin mengabarkan bahwa restu Tuhan telah sampai di angan, menjadikan rintikan hujan sebagai isyarat untuk mengerti bahwa sosok itu telah datang. Kamu tau?  Aku sudah terlalu lelah mengindahkan ...

Toxic Relationship si Melankolis

Kamu pernah enggak sih sampai di fase capek banget dengan kegiatan kamu, aktivitas sehari-hari yang buat kamu jenuh buat lakuin lagi dan lagi? Tolong kasi aku senyum mu yang paling lepas, biar aku bisa tetap mastiin kamu punya stok bahagia walaupun tinggal sedikit. Oke kita lanjut ya.. Semua orang bakalan ngerasin fase ini, tapi ada yang tau kenapa kita ngerasa capek banget ? padahal kegiatan yang kita lakuin juga enggak buat capek-capek amat. Buat aku dan kamu angkatan 2001 kebawah, welcome in quarter life crisis. Semua pintu kehidupan terbuka untukmu termasuk tentang masalah hidup yang harus kamu jalani sendiri. Agak serem juga ya, tapi ini lah fase paling sempurna untuk memaksimalkan potensi diri dan melatih kedewasaan.  Di fase ini lah kita akan mendapatkan jawaban dari rasa capek kita yang absurd banget kayak dia yang nge chat tapi enggak berani bilang sayang, uppsss.. Banyak faktor mengenai rasa capek yang kita sedang rasakan, dan kali ini aku mau bocorin 1 alasan nya, yaitu ...

Upgrade Niat dan Semangat

Ternyata tulisan tentang ikatan merah ini bersambung ke part 2.  Ungkapan ini sebenarnya ingin jadi sebuah pertanyaan, tapi kita coba diskusi di tulisan ini dulu ya. Aku pingin tau, gimana ikatan merah ini berprogres untuk sebuah tujuan pasca recruitment. Senin, 18 Januari 2020 menjadi hari bagi kader IMM Kota Pontianak memulai misi kepedulian atas dasar kemanusiaan. Inget banget waktu malam sebelum donasi ke water front, kabid kader membuka diskusi dengan tagline IMM Care. Sebagai kader yang baru di DAD, tagline itu seakan jadi isyarat jelas kalau kader basis mahasiswa dengan segala kegalauan kuliah dan dunia perantauan, masih cukup tanggap dengan isu bencana yang ada di sekitar. Hampir 1 pekan, amatan ku tertuju pada kegiatan donasi yang intens dilaksanakan oleh mereka. Sebenarnya bingung sekaligus salut banget sama mereka, semangat untuk menolong sesama itu selaras dengan lirik awal Mars IMM "Ayolah, ayo, ayo..." ya pokok nya ayo aja !!! Sampai pada malam puncak dengan men...