Merci Beaucoup 2025

Hari ke-365..

Sampai di halaman terakhir buku tahun ini, aku ingin menceritakan banyak hal yang tidak cukup jika kusampaikan di caption.

First of all, thank you 2025.

Tahun ini jadi tahun pertama kalinya aku mengenal arti tenang. Jadi tahun tersunyi disemua ruang bahkan fikiranku sendiri. Aku melewati tahun ini bersamamu tanpa banyak tersandung, menuntunku perlahan tanpa melihat mereka yang berlari jauh lebih cepat dariku di depan.

Aku melambatkan hembusan setiap nafas, merasakan perlahan kedipan mataku dan memperpanjang waktu untuk duduk terdiam.

Pertama kalinya aku memfungsikan telinganku sedikit lebih baik, menyediakannya untuk mendengar suara anak kecil yang hidup di dalam diriku, suaranya sengaja mengecil karena kalah dari egoku.

Aku banyak mengambil sudut di banyak ruang, memesan segelas minuman. Duduk, menulis apapun yang ingin aku ceritakan, atau sekedar menandai kalimat terbaik di halaman buku favoritku.

Ternyata bertanya harga sekilo ikan itu hal yang juga menyenangkan. Memutari semua lapak, hingga kembali lagi kelapak pertama dengan harga paling murah, juga sesuatu yang mengasyikkan bagiku.

Bagian paling aneh ditahun ini, entah mengapa selalu membawa lebih dari 1 kotak bekal makan setiap kali akan berangkat bekerja. Tapi bentar deh, itu cukup menyenangkan juga btw. (di dalam hati : huft cape juga nyiapinya)

Aku kembali memulai percakapan sapa dengan banyak pesan yang terakhir kuhubungi beberapa bulan atau beberapa tahun lalu. Membuatku membongkar lemari pakaian sekedar mencari pakaian sekedar untuk hangout.

Dari semua wishlist tahun ini, ternyata tidak ada satupun yang kucentang. wkwk.

Bahkan tidak ada pencapaian yang kudapatkan sekedar menyenangkan hati orang lain.

Aku menyadari ini juga jadi tahun kekalahan dari keegoisanku. Menerima banyak penyesalan dari mereka yang banyak berharap kepadaku.

Ia aku salah. Ini memang salahku.

Tapi, aku berhasil mengucapkan kalimat yang dulu sulit terucapkan.

Aku mulai berani untuk menolak, berani untuk bilang aku tidak bisa, dan berani untuk mengatakan aku tidak tau.

Tahun ini juga mengajarkanku untuk banyak diam terduduk sendiri. Aku ingin sembuh dengan caraku.

Aku mencoba mencari alasanku untuk tetap hidup, alasan yang memberiku sedikit arti kehidupan.

Awalnya ku kira, makna hidup hadir disaat aku bisa mendapatkan banyak kebahagiaan setelah melewati banyak fase luka dan duka.

Seiring banyak waktu yang kuluangkan, ternyata makna hidup itu sebatas mensyukuri apa yang kumiliki saat ini.

Mulai merasa cukup dengan pakaianku.

Cukup makan dan minum.

Cukup beristirahat.

Cukup berinteraksi dengan orang.

Cukup membeli semua sesuai yang kubutuhkan.

Cukup berempati.

Cukup berekspresi di lingkungan.

Cukup menikmati sudut cafe sendirian.

Cukup dengan parfum kesukaan.

Cukup dengan koleksi botol.

Cukup berteman.

Cukup membantu orang sebisaku.

Bahkan cukup tertawa dan menangis.

Aku banyak melepaskan hal yang mengisi penuh ruang kamarku, ku pisahkan untuk segera kuberikan atau kubuang. Perlahan ku baca perlahan setiap surat yang sudah usang, ku baca setiap tulisannya dan coba ku rekam dalam fikiranku, memastikan mereka cukup diingat dalam memoriku. Lalu menyobek dan membuangnya.

Banyak hal yang hingga saat ini aku batasi, aku sadar bahwa aku juga harus merasa cukup untuk siapapun yang perlu atau tidak perlu aku sampaikan kehadiranku. Beberapa bahkan kutandai sebagai penghantar pesan kepada mereka, sekedar memberitahu bahwa aku masih hidup.

Drama kisah kasih itu banyak memberiku pesan entah itu baik atau baik untuk mereka saja. Aku mensyukuri banyak kehadiran dan kepergian dihidupku. Siapapun yang hadir dihidupku memang harus digantikan suatu saat, aku memilih untuk tidak mengganti namun menghilangkan sosok mereka dikehidupan nyataku.

I let them do something different, so I can choose. Stay or let go.

Aku banyak membiarkan siapapun tetap mencariku, bertanya banyak hal tentangku dari mereka yang masih bisa menghubungiku. Aneh. But I feel chill here. please enjoy it wkwk

Tahun ini aku memang tidak menang, tapi aku tenang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Because this is my first life (just for me)

Bubur Ayam untuk Kana

Biru