Bubur Ayam untuk Kana
Lama tak berSUA. Tanya Kana pada sosok kecilnya yang dulu sering ia ajak bercerita lewat goresan buku yang kini sudah berganti di lembaran kertas yang sudah tak usang lagi. Aromanya masih sama, teksturnya tetap kasar setiap halamannya. Tapi, kali ini setiap nada dan goresannya sudah lebih lembut menyentuh pena tanpa ada tangisan, entah besok.
Kamis milik Kana jauh lebih penuh dari hari biasanya. Ia sedang merasa termotivasi setelah mendengar kabar tentang idolanya, jangan tanya siapa karena itu hanya rahasia yang sia sia. Hebatnya, Kana mulai senang dengan hal yang sia sia. Ia mulai lebih sering melihat dan mengitung berapa lama durasi waktunya untuk mandi, memutuskan mencuci pagi atau malam baju bajunya, memilih skincare step ia lakukan dirumah atau di kantor. Seniat itu motivasi sang idola untuk hidupnya sekarang.
Tapi kali ini bukan hanya prestasi dengan waktu, Kama mencoba memberanikan dirinya untuk mengaduk seporsi bubur ayam full topping menggunung yang ia pesan untuk sarapannya. Hari itu, pertama kalinya ia berjuang perlahan menggapai permukaan dasar mangkok dengan sendok itu tanpa harus menumpahkan sebutir kacangpun, mengaduk perlahan bubur panas itu hingga memastikan semua kerupuknya melemas (melempem).
Remahan banget, tapi entah kenapa itu jadi prestasi baru Kana menutup pagi terakhir Dzulhijjahnya. Ia memastikan bahwa tidak harus selalu makan bubur yang tidak di aduk, hanya karena takut tidak bisa memilih suiran ayam terbaik, kacang terenyah, teri terenak atau kerupuk ter crunchy. Ia cukup memakannya, karena ia sudah lebih dulu mendapatkan seporsi bubur ayam lengkapnya sejak awal. Ia tidak perlu khawatir jika setiap suapannya tidak ada kerupuk atau bagian suiran ayam terenak, bagaimanapun ia akan menghabiskan semua bagian terbaiknya atau tidak itu secepatnya, disuapan pertama atau bahkan terakhir.
Kana perlahan mulai menerima setiap suapan itu dengan hati tenang, tanpa cemas, tanpa memikirkan bagian dan rasa terbaik mana yang harus ia gigit. Kana mungkin akan kembali memesan bubur ayam itu dengan keahlian barunya yaitu teknik mengaduk bubur ayam menggunung, mungkin dengan kecap atau tambahan rasa baru, entah kapan.
Tapi ini bukan tentang bubur ayam aduk.
Komentar
Posting Komentar