Resep roti lapis (sandwich recipe)

 Bagian kali ini aku mau sampaikan tentang hobi baruku, memasak. Untuk seorang perempuan mungkin memasak bukan sekedar hobi, tapi juga jadi pelajaran wajib bahkan sudah dikenalkan dari mainan yang selalu diberikan setiap kali anak perempuan ulang tahun, mainan masak-masakan. Aku juga suka sih main masak-masakan sampai sekarang, enggak sukanya bagian setiap kali masakannya keasinan aja sih.

Resep kali ini aku bakalan sharing “how to make an easy sandwich?”

Bahan dan cara membuat :

 

1.      Roti

Kita bakalan mulai dari roti, sebenarnya aku suka banget roti tawar ataupun roti dengan isian dan topping di atasnya. Jenis roti apapun aku suka, roti tawar yang sejak kecil sudah aku kenal dan biasa kita konsumsi serta sering diandalkan setiap kali butuh sesuatu yang praktis, tapi tetap mau enak walaupun tidak semua orang akan selalu puas dengan hanya makan roti, tapi ini jenis roti paling mudah aku dapatkan , sama seperti yang orang rasakan. Roti gandum yang rasanya lebih hambar dan terkadang masih tersisa kulit gandumnya kadang bisa dirasa setiap kali menggigitnya, roti ini sering dianggap roti sehat karena bahan dasarnya gandum, brandingnya cukup baik jadi makanan sehat, sekalipun roti gandum juga bahan dasarnya tepung, huft. Kita butuh 2 lembar roti, untuk lapis awal dan lapis akhir di atasnya. Bebas saja jenis apapun rotinya, selagi bisa menopang isiannya nanti. Roti ini harus dipanggang di atas wajan datar (pan) dengan diolesi sedikit mentega. Panggang sebentar saja, sampai ia cukup keras di luar, tapi tidak terlalu merusak lembut di dalam rotinya.

 

2.      Keju

Keju ini sebenarnya salah satu bahan yang cukup mahal di dapatkan. Cuma kali ini kita butuh keju lembaran (slice). Merek apapun itu, secukupnya budget kalian aja, tapi yang pasti harus ada rasa asinnya. Soalnya ada beberapa jenis keju yang memang untuk sesuatu yang manis dirasakan, ada yang dibuat lebih cocok ada diantara sesuatu yang tidak manis.

 

3.      Selada

Resep ini harus tetap ada sayur biar sehat! Selada salah satu sayur yang menambah warna bagus diantara tumpukan roti lapisnya. Selada cukup terlihat segar, namun sayur ini hanya bertahan segar sementara. Jadi pastikan kamu memilih selada yang cukup segar dan berwarna hijau muda. Aku ingat banget, dulu juga salah satu anak yang tidak suka sayur, namun saat sudah cukup dewasa, aku cukup menyesal mengapa saat kecil aku tidak menikmati sayuran dengan baik.

 

4.      Telur

Masuk ke protein hewani, ada telur ayam yang dimasak mata sapi (sunny side up egg) is better. Tapi pastikan kamu sudah cukup jago untuk memecahkan telur tepat di atas wajan tanpa memecahkan kuninya. Dulu aku juga masih takut setiap kali minyak panas itu terkena tanganku dan tentunya kadang ada tangisan setelahnya karena kesakitan. Tapi, coba aja deh terus, mungkin banyak rasa sakit yang harus kita rasakan untuk sesuatu yang ingin kita dapatkan.

 

5.      Sosis

Ini juga termasuk protein sih, cuma pilihan saja mungkin bagi yang mau. Buat aku yang mulai untuk mengurangi UPF (ultra process food) aku akan skip bahan ini. Tapi aku kasi saran mungkin buat kamu yang suka sosis. Kamu bisa memanggangnya di atas (pan) yang sudah diolesi mentega agar lebih mudah untuk matang dan tumis juga bawang bombai. Harum aroma bawang bombai akan menambah umami di beberapa bahan yang juga dipanggang bersamaan. Tapi ini pilihan dan saran saja, kalaupun tidak dipilih juga tidak apa-apa. Karena masih ada pilihan bahan lain yang tetap akan membuat roti lapisnya enak. Mungkin daging potong tipis (slice beef), but it’s to expensive for me and I don’t like beef honestly wkwk, skip.

 

6.      Saos tomat, saos cabe dan mayonais

Untuk saos sebenarnya bebas, kalau kamu tipe yang tidak suka pedas mungkin boleh hanya gunakan saos tomat dan mayonais. Tapi kalau suka pedas, boleh gunakan saos cabe yang banyak. Cukup untuk membuat roti lapisnya punya banyak rasa yang kadang harus kita rasakan sekalipun tidak kita suka.

 

7.      Tomat dan timun

Bahan ini mungkin juga salah satu yang tidak aku suka sejak kecil. Rasanya terlalu hambar dan aneh untuk aku yang hidupnya sudah dirancang sejak kecil dari banyak rencana keluarga sebagai anak perempuan pertama dan cucu perempuan pertama. Aku baru mulai menyukainya saat seorang guruku menceritakan bahwa ia sangat suka tomat dan timun, ia terlalu lembut untuk aku panggil “Bu”, tapi nasihatnya cukup pelan untuk bisa mengusap kepalaku yang terlalu keras. Entah mengapa sejak itu aku suka tomat dan timun. Iris sesuai keinginanmu.

 

Lapis, tumpuk, jadi !

There’s your sandwich.

Tapi ini bukan hanya tentang memasak, resep dan roti lapis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Because this is my first life (just for me)

Bubur Ayam untuk Kana

Biru