Postingan

Lili Putih

Pada suatu hari, jauh di dalam hutan rimbun Hiduplah seorang gadis kecil berambut pirang yang senantiasa ia kepang dengan pita merahnya. Anak gadis itu tinggal sendiri di sebuah gubuk jerami diantara hamparan ladang bunga lili, ia bernama Na Bi. Na Bi anak yang senang menyendiri, ia jarang terlihat tersenyum. Ia selalu duduk di kamar sambil melamun menatap langit yang tampak terik. Setiap hari Na Bi mengejar kupu-kupu yang selalu membangunkan paginya dengan menghinggapi hidung mungilnya yang membuat Na Bi selalu bersin-bersin setiap kali bangun tidur. Na Bi punya seorang teman, ia seekor kelinci bernama Deema. Seekor kelinci putih dengan kalung lonceng di lehernya yang selalu berbunyi setiap kali ia berlari-larian di kebun bunga lili. Deema tak pernah melihat Na Bi tersenyum, sekalipun setiap kali mengejar kupu-kupu yang rasanya mungkin membuat orang lain bahagia, tapi tidak bagi Na Bi. Ingin sekali rasanya Deema melihat majikannya tersenyum, lalu ia teringat bahwa sebe...

Barbie Land

Sebagai salah satu mantan anak perempuan yang dulu suka bermain Barbie, walaupun lebih excited dapet mobil remot dari hadiah sepatu. Well, sebenarnya cukup kaget dengan kehadiran film Barbie yang memerah mudakan seisi bioskop dunia. Sempat beberapa kali hampir tayang, sepertinya film Barbie memang telah dipersiapkan mateng banget, bahkan sampai harus 3 kali ganti rumah produksi, dan diakhiri oleh kemasan Warner Bros (2018). Panjang banget sih perjalanan Barbie untuk sampai di bioskop. Kalau ada yang belum nonton dan punya ekspektasi tinggi akan scene romantis, dramatis atau komedi. Kayaknya harus mengubur harapan itu deh.. hehe Trailer Film Barbie sebenarnya dikemas rapi sampai nanti pada akhirnya penonton sadar kalau ini bukan film yang dibuat untuk melihat dunia Barbie dengan segala pernak pernik serta "Barbie dream house" yang dulunya mungkin beberapa dari kita memiliki aset Barbie yang lengkap dari pakaian, mobil, alat dapur hingga rumah mainan Barbie yang serba pink dan ...

Rasa Kisah

Pertengahan musim panas ini, Kana memulai kembali banyak kisahnya dari sekian jejak waktu menghantui langkah kecil itu. Membantu setiap rasa untuk kembali pada setiap peristiwa berharga baginya. Menyambut setiap nama bulan yang ia lalui dengan mimpi usang yang mulai berdebu sejak 3 tahun lalu.  Mungkin berulang kali sempat ingin melanjutkan goresan setiap rasa kisah Kana dari setiap sosok yang dipertemukan hanya dari ketidaksengajaan. Akhirnya Kana selesai dengan buku harian pemberian sosok indah di hidupnya, tidak pernah menjadi spesial namun ia cukup tangguh menyakinkan Kana untuk terus berusaha bernafas hingga hari ini. Buku dengan cover warna abu abu kusam itu sudah lama menemani Kana hingga halaman terakhir ceritanya.  Ia tau, suatu saat buku tidak akan lagi menemani tidurnya setiap malam, karena untuk tetap berkisah Kana akan berteman dengan lebih banyak lembaran hidup. Perpisahan dengan buku usang itu membuatnya percaya, banyak kisahnya hanya tertinggal di buku itu, tap...

Re-Konsepsi Gender Mainstreaming dalam Upaya Pencapaian Human Security

Sebuah konsep keamanan hidup manusia melalui gagasan-gagasan pembangunan dan keamaanan yang berlaku di lingkungan tersebut. Menurut Rifqi Amin (2015 )Human security adalah sebuah paradigma baru yang dibangun untuk menjamin keamanan yang tidak hanya dalam sekup wilayah tertentu atau negara tapi hingga pada setiap level individu manusia. Artinya, paradigma Human Security berfokus untuk menjamin hak-hak individu serta menjunjung nilai perdamaian. Sehingga bisa tercipta kemanan global. Konsep tersbeut juga menekankan pada proses secara cerdas dan damai dalam menyelesaikan “kesenjangan” yang berpotesi merusak keamanan. merupakan konsep yang fokus terhadap masalah kesejahteraan individu dan keselamatan. Membahas tentang Human security tidak lepas dari keterkaitannya dengan gender sebagai tujuan dasar peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia). Diikuti dengan pembagian-pembagian dari human security yang terbagi atas ekonomi, pangan, kesehatan, lingkungan, pribadi, kelompok dan poitik. Asp...

Titik Jeda Berakhir

Malam sedang menghantar kan hujan untuk menemani sisa mimpi yang tertinggal dari runtuhan perjuangan. Kana tau ini akan segera berakhir. Laju motor ia percepat melalui setiap sudut cahaya lampu redup di lorong jalan sepi dengan hembus angin sejuk hari itu. Waktu menunjukkan hampir tengah malam, persimpangan henti itu hanya tampak sedikit mata yg masih fokus memandang hitungan mundur lampu merah yang terus bergerak. Mata Kana memandang jauh ujung jalan yang masih harus di lalu separuh perjalanan pulangnya. Hingga tarikan suara motor itu mulai memelan menuju teras rumah yang telah basah di guyur hujan rintik. Memutar kunci paling pelan agar tidur ayah dan ibu nya tak terusik kepulangan anaknya. Pintu kamar menjadi kebisingan berikutnya yang harus Kana redam guna tak membuat lelap ayah dan ibunya terganggu. Menutup nya kembali dengan perlahan, sambil mencoba mengisi kembali kehidupan kamar gelap dan sunyi yang ia tinggalkan sejak petang hari.  Jaket itu masih saja menusuk bekas dingin...

Melati [lembar baru]

Sukma dan lara ini membuka jiwa yang dipenuhi oleh rasa untuk coba di ulang. Memutar titik yang sama dengan garis takdir yang berbeda. Ilusi mimpi yang bangkit dari tidur panjangnya, membawa beserta luka yang memaksa kembali tergores dari rasa bahagia yang terkunci oleh harapan tentang mu.  Halaman itu sudah lama ku ganti, memindahkan lembar usang ke lembar putih tanpa tau luka mana lagi yang akan sengaja memggoresnya. Ada banyak bait suara hati dari diri tentang cara menerima kembali hadirnya Khalifah Tuhan.  Semua seakan menjadi teka teki yang pada akhirnya aku mengaku kalah untuk menerka doa siapa yang menghantar kan mu di lembar baru ku.  Jauh dari sekedar sapa, semesta lebih dulu mengenalkan mu dari detik sepersekian atas doa pada setiap sujud hamba-Nya. Langit tampaknya ingin mengabarkan bahwa restu Tuhan telah sampai di angan, menjadikan rintikan hujan sebagai isyarat untuk mengerti bahwa sosok itu telah datang. Kamu tau?  Aku sudah terlalu lelah mengindahkan ...

Toxic Relationship si Melankolis

Kamu pernah enggak sih sampai di fase capek banget dengan kegiatan kamu, aktivitas sehari-hari yang buat kamu jenuh buat lakuin lagi dan lagi? Tolong kasi aku senyum mu yang paling lepas, biar aku bisa tetap mastiin kamu punya stok bahagia walaupun tinggal sedikit. Oke kita lanjut ya.. Semua orang bakalan ngerasin fase ini, tapi ada yang tau kenapa kita ngerasa capek banget ? padahal kegiatan yang kita lakuin juga enggak buat capek-capek amat. Buat aku dan kamu angkatan 2001 kebawah, welcome in quarter life crisis. Semua pintu kehidupan terbuka untukmu termasuk tentang masalah hidup yang harus kamu jalani sendiri. Agak serem juga ya, tapi ini lah fase paling sempurna untuk memaksimalkan potensi diri dan melatih kedewasaan.  Di fase ini lah kita akan mendapatkan jawaban dari rasa capek kita yang absurd banget kayak dia yang nge chat tapi enggak berani bilang sayang, uppsss.. Banyak faktor mengenai rasa capek yang kita sedang rasakan, dan kali ini aku mau bocorin 1 alasan nya, yaitu ...