Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

Sibuk banget Dunia

Sendal jepit dengan lis biru muda menemani langkah mungil kana untuk terus menapakkan pikirannya yang terus menggenggam kuat di benaknya. Ia hanya mengenakan sendal jepit itu di sudut ruang paling kecil dari panggung sandiwara hidupnya, mengenakannya hari demi hari tanpa ada tanda untuk menggantikannya dengan harapan lain. Tapak sendal itu pun sudah mulai licin, tak jarang lebih sering membuat kana terjatuh di dasar paling curam. Namun, ia sudah lebih sering berada di tempat paling jatuh sejatuhnya dasar. Ia lebih suka tempat itu, tempat yang pastinya membuatnya lebih damai dan memastikan tidak akan lebih banyak titipan di masa depan. Pagi itu angin sedikit berhembus lebih kencang dari biasanya, namun sinar mentari itu tetap ingin menyapa kana dengan hangat untuk memastikan kana baik dan bahagia. Tapi, kamus hidupnya belum sampai di kata bahagia, selesai sampai di angan. Kana melewati pintu kayu bergagang besi tua yang sudah berkarat, ia memulai untuk menyapa pedagang yang ia selal...

Break fast Tea

  Suara pijakan kaki itu membunyikan lantai kayu usang di rumah itu, membawa Na bi kembali dari mimpi kelabu nya. Na bi menarik sedikit kain tipis itu hingga menutup lengannya yang mulai dingin. Na bi tau ia selalu terbangun dengan suara lantai kayu itu, tapi suara itu alarm yang ia takuti. Berdecit ringan namun terasa sakit ia dengar hingga ke telinga. Mencoba menyadarkan diri perlahan, meskipun kelopak matanya terukir lebih menua dari jiwanya saat ini. Itu bukan tentang kelopak mata ataupun telinganya. Na bi mencoba menggunakan inderanya dengan baik, bahkan di titik paling tidak baik. Bukan dari raganya yang ingin terkuak, namun suara langkah kaki itu jauh lebih menakutkan dari sekedar melihat jump scare film “Quiet Place”, memaksa mereka diam walaupun ingin berteriak. Itu film kesukaan Na bi, film yang membuat Na bi akhirnya sadar jika tidak semua teriakan di izinkan bersuara. Na bi mengambil jeda terlampau banyak, me mubazirkan waktu lebih dari batas kemampuannya menunggu m...

You need to calm down pt.1

Konser film pertama yang saya tonton akhir tahun 2023, Eras Tour by Taylor Swift. dengan durasi 3 jam lebih, Taylor Swift menyihir penonton untuk fokus dengan warmfully message to her fans. Sebagai salah satu artis dunia dan salah satu penerima terbanyak penghargaan dengan kategori best female artist, she is really beyond her limit. Hampir semua lirik lagunya memvalidasi banyak perasaan perempuan tentang kehidupan. Salah satu lagu Taylor Swift yang sempat saya dengarkan dan masuk jadi playlist YouTube yaitu summer cruel. Salah satu bagian lirik terbaik yang mengatakan bahwa Taylor Swift memvalidasi perasaan perempuan " Said I am fine but it wasn't true". Seperti ingin mengatakan bahwa perempuan memang ingin selalu ditebak walaupun ia bilang enggak apa apa. She is entertaining, she knows musical impact it not just about music industry. But it also how to connected to fans, telling the truth life and also being their self.  Lirik yang ada disetiap lagu Taylor Swift seperti ...

Aku Ingin Ditanya Ini Saat Lebaran

  Kalau hidup ini bisa kayak microsoft word yg bisa (CTRL + Z) buat ngedit omongan orang. Pingin banget request editin pertanyaan orang-orang saat lebaran biar jadi kalimat-kalimat kayak gini.. Gimana kabarnya setahun ini ? ada yang berat ngk ? Mau makan apa ? Ada lontong, opor, rendang ni Suka makan kue lapis ngk ? Atau mau di ambilkan minuman manisnya ? Lebaran tahun ini seneng ngk ? Duduk sini dulu, belum cerita nih kita ? Kerjaan di kantor gimana ? Ada yg ngeselin gk orangnya ? Dosen di kampus ada yang nyusahin ngk ? Tarik napas dulu, baru lanjut lagi Puasa nya berat ngk tahun ini ? Ada yang jahatin kamu kh ? Kayaknya lagi murung. Udah istirahat belum ? Sini gua dengerin cerita lo Lagi banyak pikiran ya ? healing dulu kali ya kita Ada cerita apa nih setahun kemaren ? Seneng banget keliatannya? Udah banyak sukses ya kayaknya Mau di doain apa nih lebaran ini ? Gimana rasanya ngerantau? Pasti jadi lebih hebat buat belajar mandiri ya Udah lulus ya ? ...

Tidak Semua Aku Dirayakan

  Lantunan suara riuh terdengar menembus ruang semu dengan redupnya cahaya dari sudut kamar Kana. Mengalunkan nada seirama, seakan ikut terucap kerinduan akan suasana yang kini mengiring Kana menapakkan dirinya tepat di dahan pohon paling rapuh yang terlihat tidak cukup kuat menandingi hembusan lirih angin malam itu. Ia tau ini bukan yang pertama, namun ini juga bukan yang kesekian kali ia berpaling diri merenggangkan ikatan batin sejak momen itu dikisahkan pada bulan pertama kembalinya fitrah manusia baik. Mungkin ini hanya kekhawatiran Kana, mungkin juga Kana hanya sedang lebih banyak tertidur untuk melanjutkan kisah di mimpinya yang jauh lebih nyata dibandingkan saat ia harus bangun dan keluar menyapa senyum hangat yang tidak lagi terasa dekat baginya. Kana memulai kembali melukis langit setiap malamnya dengan sekumpulan gelisah dan khawatirnya ditemani gemerlap bintang dan lengkungan indah bulan sabit pada pertengahan musim itu seakan mengajak Kana ikut melengkungkan senyum...

Lili Putih

Pada suatu hari, jauh di dalam hutan rimbun Hiduplah seorang gadis kecil berambut pirang yang senantiasa ia kepang dengan pita merahnya. Anak gadis itu tinggal sendiri di sebuah gubuk jerami diantara hamparan ladang bunga lili, ia bernama Na Bi. Na Bi anak yang senang menyendiri, ia jarang terlihat tersenyum. Ia selalu duduk di kamar sambil melamun menatap langit yang tampak terik. Setiap hari Na Bi mengejar kupu-kupu yang selalu membangunkan paginya dengan menghinggapi hidung mungilnya yang membuat Na Bi selalu bersin-bersin setiap kali bangun tidur. Na Bi punya seorang teman, ia seekor kelinci bernama Deema. Seekor kelinci putih dengan kalung lonceng di lehernya yang selalu berbunyi setiap kali ia berlari-larian di kebun bunga lili. Deema tak pernah melihat Na Bi tersenyum, sekalipun setiap kali mengejar kupu-kupu yang rasanya mungkin membuat orang lain bahagia, tapi tidak bagi Na Bi. Ingin sekali rasanya Deema melihat majikannya tersenyum, lalu ia teringat bahwa sebe...