Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Because this is my first life (just for me)

Dunia ini kembali menyambutku diseperempat awal kehidupan. Menamai banyak cinta dengan pola sederhana namun cukup hangat. Aku menamai banyak kisah dari setiap perjalanan usia yang mulai berkurang. Hampir semua jenis doa permohonan dan penyesalan, rasanya sudah cukup banyak dilantunkan. Kadang aku merasa malu dengan doa memohon yang lebih banyak terucap dari pada ucapan maaf dan menyesal terhadap Tuhanku. Aku mencukupkan semuanya dengan lafaz, Rabbish rahli sadri, wa yassirli amri, wahlul 'uqdatam millisani, yafqahu qouli. Surat ini terlewat lama sejak akhirnya aku berpisah dengan 25 tahun awal kehidupanku. Menanyakan kembali pertanyaan saat bertemu quarter life crisis sendirian. Ku kira itu berakhir di seperempat usiaku, ternyata aku baru saja memulai membuka semua itu. Aku sadar bahwa tidak ada seorangpun akan menjamin dirinya selalu berada di dekatku. Kalimat itu seakan tertanam hingga saat ini, sadar bahwa hanya aku yang harus melaluinya. Sendiri! Mengingat banyak hal yang...

Perpisahan Sederhana

Notifikasi masuk dipenghujung hari biasanya, Kana bersiap merubah dirinya menjadi versi lain mala mini. Menyudut sepi sendiri ditemani earphone nya, sinar lampu kamarnya ikut menemani ruang sempit beralas kayu jati itu dengan terang. Membiarkan cahaya itu tetap bersamanya sebelum lewat tengah malam. Kana melihat notifikasi podcast yang ia dapatkan dari Panca. Kana sedang belajar untuk duduk, duduk tenang mendengarkan apapun yang terlintas di telinganya. Bincang podcast kali ini sedikit menguras logikanya, ia mendengarkannya sembari membuka lemari 4 tingkat miliknya yang sudah rusak engselnya. Memulai semua perpisahan dari tingkat paling atas. Kana membongkar lemari itu beserta cerita mereka pada setiap helai bajunya. Kaki mungil itu terlihat sedikit menjinjit meraih helai kaos paling bawah untuk menarik semua pakaiannya. Kana masih memutar podcast itu sambil mengiyakan perkataan sang audio seakan tubuh dan fikirannya dikendalikan oleh sebuah audio. Suara itu memaksa Kana meruba...